Hai bulan, selamat berjumpa lagi
Hai matahari, terimakasih kehangatanmu
Hai hujan, rasaku padamu tiadalah henti
Hai bintang, kenangan indahku ada padamu
Hai kamu, tak bosankah layaknya bunga kapas?
Terbang nian ikuti arah angin
Tak punyalah sebatang pendirian khas
Yang ada hanyalah kesenangan
Hai kamu, tak lelahkah bagai seorang pujangga?
Tak henti wanita dibicarakannya
Tak henti hati bersuka karenanya
Walau kau tau sempat disini meredung asa
Lubang besar kian menutup
Bak jahitan tak diselesaikan
Lubang itu tak sempurna tertutup
Tak sempurna menyimpan kepahitan
Pikiran ini tak paham akan tindakmu
Hati ini tak sependapat denganmu
Mulut ini seakan ingin bergumam merdu
Menyuarakan keheningan nada nan semu
Cukup, cukuplah sudah
Hujan pun sudah berhenti
Awan pun kembali putih
Dan tak sabar menunggu pelangi


Tidak ada komentar:
Posting Komentar